Menjadi Pelayan Tuhan yang Setia
Siswa memahami panggilan Tuhan untuk melayani
dengan setia, rendah hati, dan penuh kasih dalam kehidupan sehari-hari sebagai
wujud iman kepada Kristus.
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik
diharapkan mampu:
1. Menjelaskan makna pelayanan menurut ajaran Alkitab.
2. Meneladani Yesus sebagai Hamba yang melayani dengan rendah hati.
3. Menunjukkan semangat pelayanan di rumah, sekolah, dan masyarakat.
4. Menumbuhkan karakter beriman, berakhlak mulia, dan gotong royong.
1. Panggilan untuk Melayani
- Setiap orang Kristen dipanggil untuk melayani,
bukan dilayani.
- Pelayanan adalah tindakan kasih kepada Allah
dan sesama.
Markus 10:45 “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi
banyak orang.”
- Melayani berarti memberi waktu, tenaga, dan
hati untuk menolong orang lain.
2. Yesus Sebagai Teladan Pelayanan
- Yesus menunjukkan sikap rendah hati dan
kasih tanpa pamrih.
- Ia mencuci kaki murid-murid-Nya sebagai simbol
pelayanan sejati.
Yohanes 13:14–15 “Jika
Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh
kakimu.”
- Melalui tindakan itu, Yesus mengajarkan bahwa pelayanan
sejati berasal dari kasih dan kerendahan hati.
3. Pelayanan dalam Kehidupan Sehari-hari
- Di
rumah: membantu orang tua,
menghargai saudara, menjaga kebersihan rumah.
- Di
sekolah: membantu teman yang
kesulitan, aktif dalam kegiatan sosial sekolah.
- Di
masyarakat: ikut kegiatan
gereja, lingkungan, dan pelayanan sosial.
- Pelayanan tidak harus besar, bahkan hal kecil
yang dilakukan dengan kasih bernilai besar di hadapan Tuhan.
4. Tantangan Dalam Melayani
- Kadang kita merasa lelah, tidak dihargai, atau
ditolak.
- Namun, orang Kristen tetap dipanggil untuk setia
melayani tanpa pamrih.
1 Korintus 15:58
– “Kerja kerasmu tidak sia-sia di dalam Tuhan.”
- Setiap pelayanan yang dilakukan dengan tulus
akan membawa berkat bagi banyak orang.
5. Hasil dari Hidup yang Melayani
- Hati menjadi lebih sabar dan rendah hati.
- Hubungan dengan sesama menjadi lebih baik.
- Iman kepada Tuhan bertumbuh semakin kuat.
- Menjadi terang dan garam bagi dunia (Matius
5:13–16).
Diskusi dan Shering:
1. Pelayanan apa yang pernah kamu lakukan bagi orang lain?
2. Bagaimana perasaanmu saat menolong orang lain tanpa pamrih?
3. Apa yang ingin kamu lakukan untuk menjadi pelayan Tuhan di sekolahmu?
Ayat Hafalan:
1 Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang
lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai
pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
Tugas Hari ini:
1. Apa arti pelayanan sejati menurut ajaran Yesus?
2. Jelaskan mengapa melayani itu penting bagi kehidupan orang Kristen!
3. Sebutkan contoh pelayanan di sekolah dan masyarakat!
- Apa tantanganmu dalam melayani, dan bagaimana
kamu mengatasinya?

1.pelayanan sejati adalah tindakan kasih yang dilakukan dengan kerendahan hati tanpa mengharapkan imbalan atau pujian.
BalasHapus2.karena kita harus Meneladani Kristus
Wujud Kasih kepada Tuhan
Saksi Iman dengan Melalui pelayanan yang tulus
3.Membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran (tutor sebaya).
Menjaga kebersihan kelas tanpa harus disuruh atau saat bukan jadwal piket.
Menjadi pendengar yang baik bagi teman yang sedang sedih atau menghadapi masalah.
4.tantangan: Rasa Malas atau Lelah. Kadang kesibukan pribadi membuat kita enggan melayani.
Cara Mengatasi: Mengingat kembali motivasi awal bahwa pelayanan adalah untuk Tuhan, bukan untuk manusia, serta mengatur waktu dengan lebih baik.
2. karena merupakan perintah Tuhan, serta bagian dari identitas bagi pengikut Kristus yang harus diteladani.
BalasHapusdisekolah : teladan, displin, kegiatan kreatif,
BalasHapusdimasyarakat : gotong royong, membersihkan lingkungan, memberi sumbangan, membantu tetangga yang sakit