KEPEMIMPINAN KELUARGA HARUS TUNDUK PADA TUHAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 KEPEMIMPINAN KELUARGA HARUS TUNDUK PADA TUHAN


Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alktab hari ke-23 Tahun 2026: Keluaran 35-38

Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Setiap keluarga memiliki pemimpin. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang kuasa, melainkan ketundukan kepada Tuhan. Ketika pemimpin keluarga—ayah dan ibu—bersandar hanya pada logika, pengalaman, atau emosi, keputusan sering kali membawa luka. Tetapi ketika pemimpin tunduk kepada Tuhan, hikmat ilahi akan memimpin setiap langkah.

Tuhan tidak memanggil pemimpin keluarga untuk selalu benar, tetapi selalu mau bergantung pada-Nya.

1. Bersandar pada Tuhan, Bukan Ego

Amsal 3:5

Banyak konflik keluarga terjadi bukan karena niat jahat, tetapi karena ego yang ingin menang sendiri. Firman Tuhan menasihatkan agar pemimpin keluarga belajar melepaskan keinginan untuk selalu benar dan memilih untuk percaya kepada Tuhan.

Kepemimpinan yang bersandar pada Tuhan: rendah hati untuk mendengar, berani mengakui kesalahan, mau berubah saat ditegur firman.

2. Akui Tuhan dalam Segala Keputusan Keluarga

Amsal 3:6a

Mengakui Tuhan bukan hanya dalam doa ibadah, tetapi dalam setiap aspek kehidupan keluarga: dalam mengatur keuangan, dalam mendidik anak, dalam menyelesaikan konflik, dalam mengambil keputusan besar maupun kecil.

Pemimpin yang mengakui Tuhan akan bertanya: “Tuhan, apa kehendak-Mu?” bukan “Apa yang paling menguntungkan aku?”

3. Tuhan yang Meluruskan Jalan Keluarga

Amsal 3:6b

Janji Tuhan jelas: Ia sendiri yang akan meluruskan jalan keluarga.
Bukan berarti tanpa masalah, tetapi Tuhan memberikan arah yang benar dan damai di tengah ketidakpastian.

Kepemimpinan yang tunduk pada Tuhan menghasilkan: rumah yang dipenuhi damai, keputusan yang membawa berkat, generasi yang takut akan Tuhan.

Sebuah kompas tidak menentukan tujuan, tetapi menunjukkan arah yang benar.
Firman Tuhan adalah kompas kepemimpinan keluarga. Tanpa kompas, orang bisa berjalan jauh tetapi tersesat.

Renungan Keluarga:

  • Apakah keputusan keluarga kita sudah melibatkan Tuhan?
  • Apakah kita memimpin dengan doa atau dengan emosi?
  • Apakah anak-anak melihat teladan kepemimpinan yang takut akan Tuhan?

Bagian Atas Formulir

Bagian Bawah Formulir

 

Bagian Bawah Formulir

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

 

Komentar

  1. zefanya robintang LumbantoruanJumat, Januari 23, 2026 4:41:00 AM

    Kepemimpinan keluarga yang sejati lahir dari hati yang tunduk kepada Tuhan. Saat ayah dan ibu memilih percaya, bersandar, dan mengakui Tuhan dalam setiap keputusan, Tuhan sendiri yang menuntun, meluruskan jalan, dan menjadikan keluarga saluran berkat-Nya.

    BalasHapus
  2. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang kuasa, melainkan ketundukan kepada Tuhan

    BalasHapus
  3. Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

    BalasHapus
  4. Amen, Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu

    BalasHapus
  5. kepemimpinan sejati bukan tentang kuasa, melainkan ketundukan kepada Tuhan.

    BalasHapus
  6. Firman Tuhan adalah kompas kepemimpinan keluarga.

    BalasHapus
  7. Kepemimpinan yang bersandar pada Tuhan: rendah hati untuk mendengar, berani mengakui kesalahan, mau berubah saat ditegur firman.

    BalasHapus
  8. Dea yosifa artasasta sagalaJumat, Januari 23, 2026 8:31:00 AM

    Mengakui Tuhan bukan hanya dalam doa ibadah, tetapi dalam setiap aspek kehidupan keluarga: dalam mengatur keuangan, dalam mendidik anak, dalam menyelesaikan konflik, dalam mengambil keputusan besar maupun kecil.

    BalasHapus
  9. Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”...

    BalasHapus
  10. Tuhan memberikan arah yang benar dan damai di tengah ketidakpastian..

    BalasHapus
  11. Kepemimpinan yang tunduk pada Tuhan menghasilkan: rumah yang dipenuhi damai, keputusan yang membawa berkat, generasi yang takut akan Tuhan.

    BalasHapus
  12. Kepemimpinan yang tunduk pada Tuhan membawa damai, berkat, dan generasi yang takut akan Tuhan.

    BalasHapus
  13. Pemimpin yang takut akan Tuhan akan menghasilkan damai sejahtera ditengah tengah keluarganya.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. ketika pemimpin tunduk kepada Tuhan, hikmat ilahi akan memimpin setiap langkah.

    BalasHapus
  16. “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

    BalasHapus
  17. Banyak konflik keluarga terjadi bukan karena niat jahat, tetapi karena ego yang ingin menang sendiri.

    BalasHapus
  18. Ego membuat semuanya berantakan dan tidak akan pernah merasakan damai sejahtera salam Masi ada ego dalam diri kita🔥❤️❤️

    BalasHapus
  19. Sebuah kompas tidak menentukan tujuan, tetapi menunjukkan arah yang benar.
    Firman Tuhan adalah kompas kepemimpinan keluarga. Tanpa kompas, orang bisa berjalan jauh tetapi tersesat.

    BalasHapus
  20. Sebuah kompas tidak menentukan tujuan, tetapi menunjukkan arah yang benar.
    Firman Tuhan adalah kompas kepemimpinan keluarga. Tanpa kompas, orang bisa berjalan jauh tetapi tersesat.
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  21. Kepemimpinan sejati bukan tentang kuasa ,melainkan ketundukan kepada Tuhan

    BalasHapus
  22. Firman Tuhan adalah kompas kepemimpinan keluarga. Tanpa kompas, orang bisa berjalan jauh tetapi tersesat

    BalasHapus
  23. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang kuasa, melainkan ketundukan kepada Tuhan.

    BalasHapus
  24. Sebuah kompas tidak menentukan tujuan, tetapi menunjukkan arah yang benar.

    BalasHapus
  25. Firman Tuhan adalah kompas kepemimpinan keluarga. Tanpa kompas, orang bisa berjalan jauh tetapi tersesat.

    BalasHapus
  26. Ayat Hari Ini:
    Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

    BalasHapus
  27. Tuhan memberikan arah yang benar dan damai di tengah ketidak pastian.....

    BalasHapus
  28. Kepemimpinan yang tunduk pada Tuhan menghasilkan: rumah yang dipenuhi damai, keputusan yang membawa berkat, generasi yang takut akan Tuhan

    BalasHapus
  29. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

    BalasHapus
  30. Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

    BalasHapus
  31. Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

    Eci

    BalasHapus
  32. Kepemimpinan yang bersandar pada Tuhan: rendah hati untuk mendengar, berani mengakui kesalahan, mau berubah saat ditegur firman.

    BalasHapus
  33. rumah yang dipenuhi damai, keputusan yang membawa berkat, generasi yang takut akan Tuhan.

    BalasHapus
  34. Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

    BalasHapus
  35. Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

    BalasHapus

Posting Komentar