KELUARGA YANG DIBANGUN DI ATAS KRISTUS
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan Alktab hari ke-18 Tahun 2026: Keluaran 19-22
Yosua 24:15 “…tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
Keluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi tempat
pembentukan iman, karakter, dan panggilan hidup. Di tengah dunia yang
semakin sibuk, individualistis, dan penuh tekanan, Tuhan memanggil setiap
keluarga Kristen untuk kembali menjadikan Kristus sebagai pusat rumah tangga.
Yosua tidak berkata, “aku saja yang melayani Tuhan,” melainkan “aku
dan seisi rumahku.” Ini menunjukkan bahwa iman tidak boleh berhenti di
gereja atau di pribadi orang tua saja, tetapi harus mengalir dan hidup di
dalam keluarga.
Banyak keluarga hari ini retak bukan karena kekurangan materi, tetapi
karena: kurang komunikasi, kurang doa bersama, kurang pengampunan, dan kurang
kehadiran Tuhan di tengah rumah.
Tuhan rindu setiap rumah menjadi rumah doa, bukan medan
pertempuran.
Renungan Keluarga:
1. Jadikan Tuhan Kepala Keluarga
Mazmur 127:1
“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang
membangunnya.”
Tanpa Tuhan: kasih menjadi tuntutan, disiplin menjadi amarah, kepemimpinan
menjadi otoriter.
Dengan Tuhan: kasih menjadi pengorbanan, teguran menjadi didikan, kepemimpinan
menjadi teladan.
Apakah keputusan-keputusan keluarga kita melibatkan Tuhan atau hanya
logika manusia?
2. Bangun Keluarga dengan Kasih dan Pengampunan
Kolose 3:13–14
“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang
lain…”
Tidak ada keluarga yang sempurna. Yang membedakan keluarga yang kuat dan
yang rapuh adalah kemampuan untuk saling mengampuni: Orang tua belajar
minta maaf pada anak. Suami istri belajar merendahkan hati. Anak belajar taat
dan menghormati
Kasih bukan berarti tidak pernah terluka, tetapi memilih untuk tetap
mengasihi meski pernah terluka.
3. Wariskan Iman, Bukan Hanya Harta
Ulangan 6:6–7
“Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu…”
Anak-anak tidak hanya membutuhkan: pendidikan yang baik, fasilitas yang
cukup, masa depan yang aman, tetapi teladan iman yang hidup.
Anak belajar berdoa bukan dari teori, tetapi dari melihat orang tuanya
berdoa. Anak belajar mengasihi Tuhan dari rumah, bukan hanya dari sekolah
minggu.
Sebuah rumah bisa tampak indah dari luar, tetapi bila pondasinya rapuh,
rumah itu akan runtuh saat badai datang.
Yesus berkata:
Matius 7:24–25
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan
orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”
Kristus adalah Batu Karang itu.
Badai pasti datang, tetapi keluarga yang berdiri di atas Kristus tidak akan
hancur.
Mari setiap keluarga berkata seperti Yosua:
“Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan.”
Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi: lewat doa bersama, membaca dan
merenungkan firman Tuhan di rumah, sikap saling mengasihi setiap hari.
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan
doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
.jpg)
Yang membedakan keluarga yang kuat dan yang rapuh adalah kemampuan untuk saling mengampuni
BalasHapusKeluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi tempat pembentukan iman, karakter, dan panggilan hidup.
BalasHapusHappy Sunday
BalasHapusTuhan rindu setiap rumah menjadi rumah doa, bukan medan pertempuran
BalasHapusBanyak keluarga hari ini retak bukan karena kekurangan materi, tetapi karena: kurang komunikasi, kurang doa bersama, kurang pengampunan, dan kurang kehadiran Tuhan di tengah rumah.
BalasHapusKasih bukan berarti tidak pernah terluka, tetapi memilih untuk tetap mengasihi meski pernah terluka
BalasHapusMatius 7:24–25
BalasHapus“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”
Yosua 24:15 “…tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
BalasHapusKolose 3:13–14
BalasHapus“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain…”
Kristus adalah Batu Karang itu.
BalasHapusBadai pasti datang, tetapi keluarga yang berdiri di atas Kristus tidak akan hancur.
Mazmur 127:1
BalasHapus“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”
Keluarga yang sehat ialah yang menjadi Kristus sebagai kepala keluarga
BalasHapusKeluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi tempat pembentukan iman, karakter, dan panggilan hidup.....
BalasHapusKasih bukan berarti tidak pernah terluka, tetapi memilih untuk tetap mengasihi meski pernah terluka.
BalasHapusKasih itu adalah Yesus sendiriš
BalasHapus“Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan.”
BalasHapus(GRACE NABABAN)
Aminnn
BalasHapuskasih adalah bahan utama pondasi untuk membentuk keluarga yang harmonis,Amin
BalasHapusAyat Hari Ini:
BalasHapusMazmur 127:1
“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”
Kelurgaaa adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan♥️
BalasHapusBangunkanlah kerajaan surga di tengah2 keluargaš„❤️❤️
BalasHapusSeperti komitmen Yosua dalam Yosua 24:15, keluarga Kristen harus bertekad untuk beribadah kepada Tuhan secara utuh (seisi rumah). Keutuhan keluarga dijaga bukan oleh materi, melainkan oleh komunikasi yang baik, doa bersama, dan ketaatan melakukan Firman Tuhan.
BalasHapusKeluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi tempat pembentukan iman, karakter, dan panggilan hidup. Di tengah dunia yang semakin sibuk, individualistis, dan penuh tekanan, Tuhan memanggil setiap keluarga Kristen untuk kembali menjadikan Kristus sebagai pusat rumah tangga.
BalasHapusAku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan.”
BalasHapusBukan hanya dengan kata-kata, tetapi: lewat doa bersama, membaca dan merenungkan firman Tuhan di rumah, sikap saling mengasihi setiap hari.
Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan
BalasHapusKeluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi tempat pembentukan iman,
BalasHapusYosua 24:15 “…tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
BalasHapusKasih bukan berarti tidak pernah terluka, tetapi memilih untuk tetap mengasihi meski pernah terluka..
BalasHapusKristus adalah Batu Karang itu.
BalasHapusBadai pasti datang, tetapi keluarga yang berdiri di atas Kristus tidak akan hancur....
Yosua 24:15 “…tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
BalasHapus