JADIKAN TUHAN KEPALA KELUARGA
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan Alktab hari ke-19 Tahun 2026: Keluaran 23-26
Mazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang
yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal
berjaga-jaga.”
Tuhan tidak menentang kerja keras, perencanaan, atau usaha manusia.
Namun firman Tuhan menegaskan satu kebenaran rohani yang sangat penting: tanpa
Tuhan, semua usaha keluarga akan berakhir sia-sia.
Banyak keluarga hari ini tampak berhasil di mata dunia, rumah baik,
pendidikan tinggi, keuangan tercukupi, tetapi di dalamnya kosong akan damai,
penuh luka batin, pertengkaran, dan jarak hati. Firman Tuhan mengingatkan bahwa
rumah yang kuat bukan dibangun oleh kekuatan manusia, melainkan oleh Tuhan
sendiri.
Menjadikan Tuhan Kepala Keluarga berarti: Tuhan memimpin Keputusan. Tuhan
menjadi pusat nilai hidup. Tuhan menjadi sumber kasih, damai, dan hikmat.
1. Tuhan Harus Menjadi Fondasi, Bukan Tambahan
1 Korintus 3:11 “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari
pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
Banyak keluarga menjadikan Tuhan sebagai opsi cadangan, dicari
saat masalah datang, dilupakan saat keadaan baik-baik saja. Padahal Tuhan ingin
menjadi fondasi utama, bukan pelengkap hidup.
Fondasi yang salah akan membuat keluarga: mudah goyah saat konflik, rapuh
saat tekanan ekonomi, hancur saat badai datang.
2. Kepemimpinan Keluarga Harus Tunduk pada Tuhan
Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu…”
Ayah, ibu, dan orang tua dipanggil untuk memimpin keluarga, namun
kepemimpinan sejati dimulai dengan ketaatan kepada Tuhan.
Ketika orang tua: mencari Tuhan dalam doa, memimpin dengan kasih, bukan
ego, memberi teladan, bukan hanya perintah,
maka rumah tangga akan dipenuhi hadirat Tuhan.
3. Hadirat Tuhan Menjadi Penjaga Rumah
Yesaya 32:18 “Umat-Ku akan diam di tempat yang damai, di kediaman yang tenteram…”
Mazmur 127:1 menegaskan bahwa perlindungan sejati bukan berasal dari
kekuatan manusia, tetapi dari Tuhan. Tanpa hadirat Tuhan, rumah mudah
dimasuki: amarah, kepahitan, perselingkuhan, ketakutan, dan perpecahan.
Tetapi ketika Tuhan menjadi Kepala Keluarga, damai sejahtera-Nya
menjaga rumah siang dan malam.
Sebuah rumah yang dibangun dengan arsitektur indah namun tanpa pondasi
yang kuat akan runtuh ketika gempa datang.
Demikian pula keluarga: kasih, komitmen, dan kesetiaan hanya akan bertahan
jika berdiri di atas Tuhan.
Yesus berkata:
Matius 7:24 Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama
dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”
Renungan Keluarga:
- Apakah Tuhan benar-benar menjadi Kepala
Keluarga kita?
- Apakah doa masih hidup di rumah kita?
- Apakah firman Tuhan menjadi pedoman, atau
hanya tradisi?
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan
doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
.jpg)
Tuhan tidak menentang kerja keras, perencanaan, atau usaha manusia. namun firman Tuhan menegaskan satu kebenaran rohani yang sangat penting: tanpa Tuhan, semua usaha keluarga akan berakhir sia-sia
BalasHapusTuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga By N
BalasHapusJadikan Yesus menjadi dasar keluarga.. bukan opsi cadangan
BalasHapusGbu😇
Mazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
BalasHapusTuhan tidak menentang kerja keras, perencanaan, atau usaha manusia. Namun firman Tuhan menegaskan satu kebenaran rohani yang sangat penting: tanpa Tuhan, semua usaha keluarga akan berakhir sia-sia.
BalasHapuskeluarga yang sejati dan kuat tidak ditentukan oleh keberhasilan yang tampak dari luar, melainkan oleh keterlibatan Tuhan di dalamnya. Kerja keras dan perencanaan penting, tetapi hanya Tuhan yang mampu memberi makna, damai, dan keteguhan sejati bagi sebuah rumah tangga. Tanpa Tuhan, semua usaha menjadi sia-sia; bersama Tuhan, keluarga dibangun di atas dasar yang kokoh.
BalasHapustanpa Tuhan, semua usaha keluarga akan berakhir sia-sia.
BalasHapusrumah yang kuat bukan dibangun oleh kekuatan manusia, melainkan oleh Tuhan sendiri.
BalasHapusTetapi ketika Tuhan menjadi Kepala Keluarga, damai sejahtera-Nya menjaga rumah siang dan malam.
BalasHapusTuhan Yesus memberkati
BalasHapusAmin🙏😇
BalasHapusAminnn
BalasHapusTerima kasih pak🙏🏻
Amin. God blesss
BalasHapusMatius 7:24
BalasHapus"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu".
Amen, Damai sejahtera dari Tuhan
BalasHapusAmin 🙏😇
BalasHapusMatius 7:24 Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”
BalasHapusMaz 127;1 Jikalau bukan TUHAN yg membangun rumah, sia-sialah usaha yang membangunnya, jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
BalasHapusYesus berkata:
BalasHapusMatius 7:24 Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”
Menjadikan Tuhan Kepala Keluarga berarti: Tuhan memimpin Keputusan. Tuhan menjadi pusat nilai hidup. Tuhan menjadi sumber kasih, damai, dan hikmat.
BalasHapusKalu Tuhan yang menjadi kepala di keluarga kita bahkan di mana pun berarti kita hanya bisa berkata biarlah kehendak Tuhan yang terjadi🔥❤️❤️
BalasHapusketika Tuhan menjadi Kepala Keluarga, damai sejahtera-Nya menjaga rumah siang dan malam.🩷
BalasHapusTuhan tidak menentang kerja keras, perencanaan, atau usaha manusia. namun firman Tuhan menegaskan satu kebenaran rohani yang sangat penting: tanpa Tuhan, semua usaha keluarga akan berakhir sia-sia Rachel Tiara Boru sijabat
BalasHapusFirman Tuhan mengingatkan bahwa rumah yang kuat bukan dibangun oleh kekuatan manusia, melainkan oleh Tuhan sendiri.
BalasHapusMazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
BalasHapusEci
Tuhan menjadi sumber kasih, damai, dan hikmat.
BalasHapusTampa Tuhan semua usaha keluarga akan berakhir sia sia
BalasHapusFondasi yang salah akan membuat keluarga: mudah goyah saat konflik, rapuh saat tekanan ekonomi, hancur saat badai datang.
BalasHapusAyah, ibu, dan orang tua dipanggil untuk memimpin keluarga, namun kepemimpinan sejati dimulai dengan ketaatan kepada Tuhan.
BalasHapus(GRACE NABABAN)
Hormati otoritas mu, yaitu Yesus sebagai nakoda dan otoritas maka engkau akan diberkati ☺👼
BalasHapusAmsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu…”
BalasHapusAyat Hari Ini:
BalasHapusMazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
perlindungan sejati bukan berasal dari kekuatan manusia, tetapi dari Tuhan.
BalasHapusRumah tangga yang tampak berhasil secara lahiriah bisa terasa kosong jika tanpa Tuhan. Menjadikan Tuhan sebagai Kepala Keluarga berarti membiarkan-Nya memimpin setiap keputusan, nilai hidup, dan sumber kasih dalam rumah.
BalasHapusTanpa Tuhan, kerja keras dan usaha keluarga akan berakhir sia-sia.
BalasHapusTuhan tidak menentang kerja keras, perencanaan, atau usaha manusia.
BalasHapusMazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
BalasHapusYesaya 32:18 “Umat-Ku akan diam di tempat yang damai, di kediaman yang tenteram…”
BalasHapusFirman Tuhan mengingatkan bahwa rumah yang kuat bukan dibangun oleh kekuatan manusia, melainkan oleh Tuhan sendirii
BalasHapusKalau Tuhan yang menjadi kepala di keluarga kita bahkan di mana pun, berarti kita hanya bisa berkata biarlah kehendak Tuhan yang terjadi.
BalasHapuskasih, komitmen, dan kesetiaan hanya akan bertahan jika berdiri di atas Tuhan.
BalasHapusMatius 7:24
BalasHapus"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu"’
Matius 7:24
BalasHapus"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu"’..
Mazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
BalasHapusMatius 7:24 Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
BalasHapus