MENABUR DENGAN SETIA, MENUAI DENGAN SUKACITA | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 MENABUR DENGAN SETIA, MENUAI DENGAN SUKACITA

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

Menjelang akhir tahun, banyak orang mulai menilai hasil dari apa yang telah dilakukan selama ini. Namun tidak semua hasil langsung terlihat. Ada hal-hal yang baru akan tampak di waktu Tuhan yang tepat. Firman hari ini mengingatkan kita: jangan jemu berbuat baik, sebab Tuhan tidak pernah lupa kepada setiap kebaikan dan kesetiaan kita.

Kehidupan kita bagaikan ladang yang terus ditaburi setiap hari.
Ada hari-hari kita menabur dengan air mata: bekerja keras tanpa hasil yang tampak, berdoa lama tanpa jawaban, berbuat baik tapi tidak dihargai. Namun janji Tuhan jelas: “Kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

Kadang Tuhan menunda hasil bukan karena Ia lupa, tetapi karena Ia sedang mempersiapkan tanah hati kita, agar saat panen tiba, kita siap menerima berkat dengan kerendahan hati dan sukacita.

Tahun 2025 mungkin telah menjadi tahun menabur: menabur kesetiaan, pengampunan, kasih, atau kerja keras. Percayalah, di tahun yang akan datang Tuhan sedang menyiapkan musim menuai yang indah.

Renungan Keluarga

1.   Setiap anggota keluarga menyebutkan satu hal baik yang pernah ia lakukan tahun ini, walau tidak selalu dihargai.

2.   Ucapkan doa syukur atas setiap benih yang sudah ditabur.

3.   Buat komitmen: “Kami sekeluarga akan tetap menabur kebaikan di tahun yang baru.”

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

 

 

 

Komentar

  1. Kehidupan kita bagaikan ladang yang terus ditaburi setiap hari.

    BalasHapus
  2. jangan jemu berbuat baik, sebab Tuhan tidak pernah lupa kepada setiap kebaikan dan kesetiaan kita😇

    BalasHapus
  3. Kadang Tuhan menunda hasil bukan karena Ia lupa, tetapi karena Ia sedang mempersiapkan tanah hati kita, agar saat panen tiba, kita siap menerima berkat dengan kerendahan hati dan sukacita.

    BalasHapus
  4. Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  5. Kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. aminn....Tuhan Yesus memberkati

    BalasHapus
  6. Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah

    BalasHapus
  7. Firman hari ini mengingatkan kita: jangan jemu berbuat baik, sebab Tuhan tidak pernah lupa kepada setiap kebaikan dan kesetiaan kita.

    BalasHapus
  8. Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

    BalasHapus
  9. Jangan jemu berbuat baik, sebab Tuhan tidak pernah lupa kepada setiap kebaikan dan kesetiaan kita.

    BalasHapus
  10. Tuhan tidak pernah lupa kepada setiap kebaikan dan kesetiaan kita

    BalasHapus
  11. Amen, Ucapkan doa syukur atas setiap benih

    BalasHapus
  12. Tetaplah menabur apa yang baik karena suda pasti kita akan menuai apa yang kita tabur🔥❤️❤️

    BalasHapus
  13. Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

    BalasHapus
  14. Ayat Hari Ini:
    Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang Tuhan menunda hasil bukan karena Ia lupa, tetapi karena Ia sedang mempersiapkan tanah hati kita, agar saat panen tiba, kita siap menerima berkat dengan kerendahan hati dan sukacita.

      Hapus
  15. Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

    BalasHapus

Posting Komentar