Relasi Manusia dengan Alam - Bab 11 | PAK Kelas 7 - 2025

> Relasi Manusia dengan Alam


Baca dan Renungkan: Kejadian 1:26-28

Relasi manusia dengan alam adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alam yang saling bergantung. Manusia bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan aktivitas manusia dapat berdampak pada lingkungan.

Contoh interaksi manusia dengan alam:

- Pemanfaatan sumber daya alam

- Perubahan penggunaan lahan

- Pengelolaan limbah

- Konservasi lingkungan

- Adaptasi terhadap perubahan iklim

- Pariwisata alam

- Pemanfaatan energi terbarukan

Cara menjaga relasi manusia dengan alam: Mengelola lingkungan hidup secara bijaksana, Menjaga keseimbangan ekosistem, Memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab, Berdamai dengan alam, Melakukan pertobatan ekologis.

Dampak kerusakan alam

Kerusakan alam dapat terjadi karena manusia tidak mengelola alam sesuai tujuan penciptaannya. Kerusakan alam dapat berdampak pada kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

Allah sebagai sang pencipta menempatkan manusia sebagai ciptaan-Nya yang hidup bersama makhluk ciptaannya yang lain. Manusia beriman harus mampu menyadari, mengontrol dan membatasi diri dalam tindakan menyangkut lingkungan hidup.

Tugas utama manusia adalah menjaga, melindungi, memelihara dan menyelamatkan alam semesta dan lingkungan hidup. Ini harus menjadi tindakan nyata manusia sebagai orang beriman.

Dapat dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya tidak membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Alkitab memberikan penegasan bahwa manusia diberi mandat oleh Allah untuk menjaga, memelihara dan melestarikan alam, dan lingkungan hidup

Pada masyarakat tradisional, ada yang membagi hutan atas tiga bagian: 

1. Ada hutan yang boleh digarap,

2. Ada hutan yang boleh diambil hasilnya tapi harus disediakan pengganti, misalnya: menebang harus diikuti dengan menanam kembali.

3. Tetapi ada juga hutan larangan di mana manusia dilarang memasuki apalagi mengambil hasil hutan ataupun menggarapnya. Hutan itu dianggap suci, sehingga tidak boleh didatangi manusia.

Keseimbangan ekosistem dijaga dengan baik dalam tatanan masyarakat adat (masyarakat tradisional), hingga kini di berbagai daerah masih hidup sistem ini. 

Sayang sekali di masa kini kebutuhan manusia semakin besar seiring dengan pertambahan jumlah pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan akan bahan pangan dan hasil produksi semakin besar. Dari mana hasil produksi diambil? Tentu saja dari hutan. 

Betapa pentingnya alam bagi manusia, hidup manusia bergantung pada alam, sebaliknya alampun bergantung pada manusia untuk menjaga dan memeliharanya.

Hubungan timbal balik antara manusia, alam, dan Tuhan, de Groot dan van den Born menentukan empat klasifikasi dasar untuk menggambarkan hubungan antara manusia dan alam:

a. Klasifikasi pertama yang mereka usulkan adalah gagasan tentang manusia sebagai penguasa atas ciptaan. Kitab Kejadian 1:26-28, di mana manusia diciptakan untuk “menguasai” ciptaan lainnya. Dengan demikian, manusia dapat melakukan berbagai tindakan terhadap alam karena ia berkuasa atas alam.

b. Klasifikasi kedua yang dikemukakan oleh de Groot dan van den Born menggambarkan gagasan tentang manusia sebagai Penatalayan atau yang mengatur alam. Ini menempatkan manusia di atas alam, meskipun dalam cara yang sedikit lebih baik. Gagasan tersebut agak dipengaruhi oleh pemahaman hierarkis bahwa, meskipun manusia berada di atas alam, Tuhan berada di atas manusia. Alam dipandang sebagai anugerah Allah bagi manusia, dan umat manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaganya dengan baik, baik untuk Tuhan maupun untuk generasi mendatang. Bumi dipercayakan kepada umat manusia bak taman yang dikelola tapi tidak dimiliki.

c. Dalam klasifikasi ketiga, hubungan kemitraan, manusia berdiri berdampingan dalam kemitraan dengan alam. Ini termasuk pergeseran penting dari metafora Penatalayan, karena di sini alam memiliki status dan nilai independennya sendiri. Manusia dan alam bekerja sama dalam proses interaksi dan perkembangan timbal balik yang dinamis, menunjukkan rasa kesetaraan atau keseimbangan kekuasaan di antara manusia dengan alam.

d. Manusia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari alam. Di sini pemisahan dari alam yang ditentukan oleh klasifikasi lain runtuh, karena sebagai Peserta, manusia adalah bagian integral dari alam, tidak hanya secara biologis tetapi juga secara spiritual, dan hubungan ini adalah aspek sentral dari identitas manusia.

Bertolak dari Kitab Kejadian 2:15 maka tugas utama manusia adalah melindungi dan menyelamatkan alam semesta dan lingkungan hidup. Paradigma ini bukan lagi rumusan-rumusan, norma-norma, atau teori- teori abstrak, melainkan harus menjadi tindakan nyata manusia sebagai orang beriman. Alkitab memberikan penegasan bahwa manusia diberi mandat oleh Allah untuk menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan hidup. Dalam kisah penciptaan, alam diciptakan sedemikian rupa sempurna dan ditata oleh Allah, tujuannya supaya manusia dapat hidup dengan sebaik-baiknya

Kitab Kejadian 1:26-28 menulis manusia sebagai gambar Allah diberi tugas mulia untuk yaitu menjaga, memelihara, serta melestarikan bumi, dan alam ciptaan Allah. Jadi, jika kita memahami bahagian Alkitab ini rangka power atau kekuasaan manusia semata-mata maka pemahaman tersebut harus direvisi, bahwa perintah tersebut merupakan amanat, tanggung jawab, sekaligus tantangan bagi manusia untuk membuktikan harkat dan martabatnya dengan menjaga apa yang telah Allah anugerahkan baginya. Bahwa keselamatan bumi dan seluruh ciptaan ada dalam tanggung jawab manusia sebagai makhluk yang berharkat. Karena sesungguhnya tanggung jawab itu hanya diberikan pada manusia. Diatas segalanya, Allah adalah penguasa atas seluruh ciptaan, termasuk manusia.

Pertanyaan:

1. Jelaskan bentuk-bentuk relasi antara manusia dengan alam!

2. Jabarkan relasi ideal antara manusia dan alam sesuai dengan pemahaman baru terhadap teks Alkitab Kejadian 1:26-28 dan Kejadian 2:15

 

Komentar

  1. 1.hubungan yang saling tergantung dan mempengaruhi. Manusia memerlukan alam untuk bertahan hidup, sementara tindakan manusia dapat membawa dampak besar bagi kelestarian alam.

    2.pengelolaan alam semesta, baik ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, segala binatang merayap, serta berbagai jenis tumbuhan yang hidup di bumi, khususnya Taman Eden.

    BalasHapus
  2. 1. adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alam yang saling bergantung. Manusia bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan aktivitas manusia dapat berdampak pada lingkungan.

    2. dalam kitab kejadian 1:26-28 menjelaskan bahwa kita anak" tuhan ditugaskan untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan bumi merupakan amanat, tanggung jawab, sekaligus tantangan bagi manusia untuk membuktikan harkat dan martabatnya dengan menjaga apa yang telah Allah anugerahkan baginya.

    kejadian 2:15
    tugas utama kita sebagai manusia adalah melindungi dan menyelamatkan alam semesta dan lingkungan hidup,
    hal ini bukan rumus atau norma norma, melainkan hal yang harus kita lakukan sebagai orang beriman

    BalasHapus
  3. 1.Relasi manusia dengan alam adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alam yang saling bergantung. Manusia bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan aktivitas manusia dapat berdampak pada lingkungan.

    2.pengelolaan alam semesta, baik ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, segala binatang merayap, serta berbagai jenis tumbuhan yang hidup di bumi, khususnya Taman Eden.

    Yehezkiel

    BalasHapus
  4. 1. Relasi manusia dengan alam adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alam yang saling bergantung. Manusia bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan aktivitas manusia dapat berdampak pada lingkungan.

    2. Kejadian 1:26-28 Menekankan bahwa manusia yg memiliki martabat tinggi, harus menjaga, melestarikan, & merawat ciptaan lainnya.

    Sementara di Kejadian 2:15 Menceritakan manusia di Taman Eden & Menekankan pentingnya keterlibatan manusia dalam pelestarian alam. Manusia tidak hanya memakan saja, tetapi juga penjaga dan penikmat keindahan alam.

    BalasHapus



  5. 1.Pemanfaatan sumber daya alam
    - Perubahan penggunaan lahan
    - Pengelolaan limbah
    - Konservasi lingkungan
    - Adaptasi terhadap perubahan iklim
    - Pariwisata alam
    - Pemanfaatan energi terbarukan .

    2.*Pengelolaan*: Manusia dipercayakan oleh Tuhan untuk mengelola bumi dan segala isinya (Kejadian 1:28). Ini berarti manusia memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan mengembangkan alam.
    2. *Kepemimpinan*: Manusia diberi kuasa untuk memerintah atas ikan, burung, dan hewan (Kejadian 1:26). Ini bukan berarti manusia memiliki hak untuk mengeksploitasi alam, melainkan untuk memimpin dan mengelola dengan bijak

    Kejadian 2:15
    1. *Pemeliharaan*: Manusia dipercayakan untuk memelihara taman Eden (Kejadian 2:15). Ini berarti manusia memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan mengembangkan alam.
    2. *Kerja sama*: Manusia harus bekerja sama dengan alam untuk menghasilkan buah yang baik (Kejadian 2:15). Ini berarti manusia harus menghormati dan menghargai alam sebagai mitra kerja

    BalasHapus

Posting Komentar