SAMPAIKAN PADA YESUS
Secara garis besar, lagu
ini mengingatkan kita bahwa apapun yang ada di dunia ini hanya sementara dan
titipan. Baik itu harta, jabatan dan orang-orang yang ada disekeliling kita.
Dari segala sesuatu yang ada di dunia ini seringkali kita merasa kecewa dan
sakit hati. Dan saat kita sedang dilanda perasaan seperti itu, sampaikanlah
kepada Yesus dalam seruan doa yang hanya ditujukan kepadaNya, karena Dia hanya
sejauh doa, sejauh kerinduan kita untuk berlutut dan berdoa. Sampaikanlah pada
Yesus, sebab hanya Dia yang mengerti dan yang akan memulihkan kita.
Suatu pesan yang indah tentang bagaimana menghadapi hidup ini, disampaikan oleh Tuhan Yesus seperti yang diceritakan di dalam Injil Matius 6: 25-34.
Ada enam kata ‘kuatir’ dalam teks kita hari ini. Dalam bahasa aslinya, Yunani: Merimnao … Salah satu arti harafiah dari kata ‘merimnao’ ini adalah membagi pikiran.
Menurut penelitian Biola
University tentang kekuawatiran, ternyata 40% yang kita kuwatirkankan
tidak akan terjadi. 30% kekuawatiran diakibatkan pengalaman atau trauma masa
lalu, 12% kekuwatiran karena kita terlalu fokus dengan pendapat atau
pengalaman orang lain, 10% kekuwatiran diakibatkan kondisi fisik yang kurang
fit atau kurang sehat, dan hanya 8% dari kekuawatiran kita yang merupakan fakta
dari apa yang kita kuwatirkan. Kita perlu tahu, bahwa manusia menguras 92%
energinya hanya untuk mengkuawatirkan sesuatu yang tidak terjadi? Kekuawatiran
hanya merenggut sukacita dan merupakan hal terbesar yang paling berhasil
memporak-porandakan kedamaian dalam hati manusia. Kekuawatiran membuat manusia
gelisah, cemas, takut, depresi bahkan mengalami gangguan jiwa, sementara yang
dikuawatirkan itu belum pasti akan terjadi.
Tuhan bertanya,
"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan
sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27).
Tidak ada gunanya
memelihara kekuatiran yang justru akan berdampak buruk terhadap diri kita
sendiri.
Kekuatiran membuat kita kehilangan sukacita dan menderita sakit. Untuk menang terhadap kekuatiran, kita harus mempercayai Tuhan dengan segenap hati.
ayat 32: “Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu”.
Saya pernah baca kutipan yang mengatakan begini: “Tuhan yang baik akan mengirimkan makanan bagi semua burung di udara. Tetapi Tuhan tidak akan melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka”.
Kekuatiran tidak pernah
melenyapkan kesedihan dari hari esok, sebaliknya kekuatiran merampas rasa sukacita dari
hari ini
Kekuatiran sangat ahli dalam membelokkan pikiran kita dalam menjalani
kehidupan. Ketika kita kuatir, kita bisa melupakan apa yang harus kita kerjakan
dan bisa kita kerjakan dalam kehidupan ini.
KEKUATIRAN MENGURAS DAMAI SEJAHTERA DAN SUKACITA KITA sebab kuatir adalah sebuah kondisi di mana pikiran kita sedang fokus kepada sesuatu yang menakutkan di masa mendatang. Hal itu sangatlah melelahkan, karena menguras emosi, pikiran, dan tenaga kita. Dan yang lebih parah, tidak ada untungnya sama sekali.
Firman Tuhan mengatakan
jangan kuatir akan hari esok. Ketika kita memikirkan sesuatu yang buruk, itu
sama seperti kita sedang mengharapkan yang buruk itu terjadi. Bukankah jauh
lebih baik kita memikirkan janji Tuhan? Karena ketika kita memikirkan janji
Tuhan, kita sedang mengharapkan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.
Saya percaya Yesus
melarang kita untuk kuatir karena kuatir itu berbahaya bagi hidup kita.
Tidak dapat saya
pungkiri bahwa, terkadang, masalah-masalah yang kita hadapi seperti “memaksa”
kita untuk kuatir. Membuat kita seolah tidak berdaya terhadap keadaan. Namun,
jika kita tahu janji Tuhan, kita dapat mengalihkan pikiran kita yang salah
kepada janji Tuhan yang kekal.
Salah satu alasan mengapa
seseorang kuatir, karena orang itu tidak tahu harus melakukan atau memikirkan
apa di tengah kekuatirannya. Puji Tuhan, kita memiliki Tuhan yang memberikan
begitu banyak janji kepada kita, sehingga di tengah situasi yang
mengkhawatirkan, kita dapat menaruh pengharapan kita kepada-Nya. Juga, kita
dapat bersyukur karena kita memiliki firman Tuhan yang hidup, sehingga ketika
hati kita dilanda kekuatiran atau ketakutan, kita dapat mendeklarasikan
ayat-ayat seperti Mazmur 23 dan Mazmur 91 untuk meneguhkan dan menguatkan hati
kita.
Sekali lagi saya ingin
katakan bahwa kuatir itu melelahkan, dan menguras damai dan sukacita di hati
kita. Kuatir membuat kita enggan menantikan hari esok. Sedangkan, mengingat,
mengucapkan, dan mengharapkan janji Tuhan membangkitkan semangat dan iman kita,
membuat kita bergairah akan hari esok.
Jika menurut kita hidup
dalam kekuatiran dan ketakutan itu hal yang menyebalkan, mulailah luangkan
waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, supaya saat masalah datang,
kita tidak seperti bertemu jalan buntu, melainkan dapat mengingat, mengucapkan,
dan mengharapkan janji Tuhan yang merupakan sumber damai, sukacita, dan jalan
keluar.
Ada tiga pesan yang
disampaikan oleh Tuhan Yesus:
1. Bahwa kita tidak
perlu kuatir untuk makan, minum, dan pakaian sebagai hal yang penting dalam
hidup ini. Pemeliharaan Tuhan untuk kita jauh melebihi pemeliharaan-Nya untuk
burung yang tetap hidup karena makanan yang disediakan-Nya. Lihatlah juga
pemeliharaan Allah terhadap bunga bakung yang indah. Ini semua menunjukkan
bahwa Allah sungguh sangat memperhatikan kehidupan ciptaan-Nya. Salomo, yaitu
raja Israel yang paling kaya dibandingkan dengan raja-raja lainnya, tentunya
memiliki kemampuan untuk memakai baju yang maha indah. Namun, keindahan baju
Salomo tidaklah sebanding dengan keindahan bunga bakung. Padahal, apalah
artinya bunga bakung yang hanya disamakan dengan rumput, karena begitu hari
berganti, keindahannya pun tidak ada lagi. Kekuatiran akan kecukupan makanan,
minuman, dan pakaian dimiliki oleh mereka yang tidak mengenal Allah. Tetapi,
mereka yang menjadi anak-anak-Nya tidak perlu memiliki kekuatiran akan hal-hal ini.
2. Mengapa demikian?
Rahasia keberhasilan menjalani hidup ini ada pada pesan Tuhan Yesus adalah
bahwa yang utama dalam menjalani kehidupan ini adalah mencari Kerajaan Allah
dan kebenarannya. Artinya, ketika kita mengutamakan untuk mengenal Allah, karya-karya-Nya,
janji-janji-Nya, maka kita akan terpesona terhadap Allah yang sungguh sangat
mengasihi kita anak-anak-Nya. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Kekuatiran yang kita miliki tidaklah sebanding dengan apa yang Allah sanggup
berikan kepada kita. Kekuatiran kita tidaklah sanggup membuat kita menjalani
hidup dengan nyaman, malahan justru dengan penuh rasa was-was dan ketakutan
karena tidak adanya jaminan akan sesuatu yang baik yang akan kita
peroleh.
3. Pesan Tuhan Yesus yang
ketiga adalah, “...janganlah kuatir akan hari besok, karena hari besok
mempunyai kesusahannya sendiri.” (Matius 6: 34a) Nah, apakah kita bisa menerima
pesan Tuhan Yesus yang ketiga ini? Bila kita melihat di sekitar kita, ada
banyak bukti yang menunjukkan bahwa manusia hidup dengan penuh kekuatiran. Ada
orang yang memilih untuk bekerja dengan sangat keras karena ingin mengumpulkan
uang sebanyakbanyaknya demi masa depannya dan keluarganya. Bekerja keras
artinya tanpa mengindahkan kesehatan dan makan teratur serta istirahat yang
cukup. Gaya hidup seperti ini ternyata malah merusak kesehatan sehingga
akibatnya, pada saat ia mencapai usia sekitar 40 tahun, ia menderita penyakit
jantung, atau diabetes, dan sebagainya. Padahal, menjaga keseimbangan antara
bekerja dan beristirahat, makan secara teratur dan bergizi adalah penting untuk
kelangsungan hidup yang baik.
Itu alasannya, Yesus
mengatakan, “Janganlah kamu kuatir akan hari esok.” Saya percaya maksud dari
perkataan Yesus di atas bukan agar kita santai-santai dan tidak merencanakan
atau memikirkan hari esok. Bukan itu. Justru kita perlu merencanakan atau
memikirkan hari esok. Yang dimaksud Yesus adalah jangan fokus kepada masalah
dan jangan mengira bahwa masalah yang kita hadapi lebih besar daripada Tuhan
yang menyertai kita.
Mazmur 23 adalah pasal
andalan saya, yang terus menerus saya ucapkan dan renungkan setiap kali saya
kuatir.
“TUHAN adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia
membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di
jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah
kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu,
itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan
lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan
diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”
Saya percaya Tuhan
menyediakan hari esok yang indah untuk kita. Dia menunggu kita di sana dengan
segudang kebaikan-Nya
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur
Saat tiada jalan hadapi
persoalan
Yesus ada di sana dan memberiku jawaban
Pahitnya kenyataan dan tak mampu bertahan
Yesus ada di sana dan memberiku jawaban
Hanya nama Yesus Hanya nama Yesus Hanya nama Yesus berikan ku pengharapan
Hanya nama Yesus Hanya nama Yesus Hanya nama Yesus berikan ku kepastian
Komentar
Posting Komentar